DAMPAK PEMANASAN GLOBAL TERHADAP PERUBAHAN IKLIM DI KOTA BLITAR

Pemanasan global (global warming) telah menjadi sorotan utama berbagai masyarakat dunia, terutama negara yang mengalami industrialisasi dan pola konsumsi tinggi (gaya hidup konsumtif), namun tidak banyak memang yang memahami dan peduli pada isu pemanasan global sebagai pemicu perubahan iklim. Sebab banyak yang mengatakan, memang dampak lingkungan itu biasanya terjadi secara akumulatif. Pada titik inilah masalah lingkungan sering dianggap tidak penting oleh banyak kalangan, utamanya penerima mandat kekuasaan dalam membuat kebijakan.

Demikian pula dengan Kota Blitar sebagai bagian dari propinsi Jawa Timur tidak terlepas pula dari pengaruh perubahan iklim global, dimana jumlah curah hujan selama empat tahun terakhir di Kota Blitar cenderung menurun sebesar 574 mm atau rata-rata terjadi penurunan jumlah curah hujan sebesar 143,62 mm/tahun. Puncak musim hujan di Kota Blitar pada tahun 2009 terjadi pada bulan Januari dengan jumlah rata-rata hari hujan 15 hari dan curah hujan mencapai 19,03 mm per hari. Sementara  musim kemarau telah dimulai pada bulan Maret sampai dengan bulan Desember, hal ini ditandai dengan hari hujan yang semakin sedikit rata-rata hari hujan hanya 5 hari, sedangkan puncak musim kemarau terjadi pada bulan Agustus dengan hari hujan nol. Dibandingkan tahun sebelumnya curah hujan pada tahun 2009 agak sedikit ekstrim karena pada bulan Nopember – Desember yang seharusnya sudah musim penghujan, namun kenyataannya masih musim kemarau.Hal ini dapat dilihat rata-rata hari hujan pada bulan Nopember – Desember yang masih dibawah 10 hari.

Gambar  Rata-rata Curah Hujan Tahun 2006 - 2009

     Sumber : UPT Pengelolaan Sumberdaya Air Wilayah Sungai Bango Gedangan Perwakilan Blitar (2009)

Rata-rata curah hujan bulanan periode tahun 2006 sampai tahun 2008 cenderung  menurun. Pada tahun  2006 rata-rata curah hujan bulanan sebesar 19,75  mm dengan puncak curah hujan tertinggi terjadi pada bulan April sebanyak 32,67 mm.Pada tahun  2007 rata-rata curah hujan bulanan sebesar 17,35  mm dengan puncak curah hujan tertinggi terjadi pada bulan maret sebanyak 30,45 mm. Sedangkan tahun 2008 rata-rata curah hujan bulanan sebesar  14,62 mm dan puncak curah hujan tertinggi terjadi pada bulan maret sebanyak 23,78 mm. Untuk tahun 2009  curah hujan tertinggi  terjadi justru saat musim kemarau yaitu  bulan Juni dengan rata-rata curah hujan bulanan  20,58 mm.

Gambar Rata-rata Curah Hujan Bulanan Tahun 2006 - 2009

 

      Sumber : UPT Pengelolaan Sumberdaya Air Wilayah Sungai Bango Gedangan Perwakilan Blitar (2009)

Jumlah curah hujan disaat musim penghujan (Nopember – Maret) di Kota Blitar juga terjadi penurunan selama empat tahun terakhir mulai tahun 2006 sampai dengan tahun 2009. Jumlah curah hujan tahun 2009 saat musim penghujan sebanyak 1.653 mm atau terjadi penurunan sebanyak 195,64 mm (14,56 %) dibandingkan tahun 2008. Namun terjadi sebaliknya jumlah curah hujan disaat musim kemarau (April – Oktober) terjadi kenaikan selama empat tahun terakhir. Jumlah curah hujan disaat musim kemarau tahun 2006 sebanyak 619,94 mm naik menjadi 708,78 mm pada tahun 2009 atau terjadi kenaikan sebanyak 88,84 mm (14,33 %).

Gambar Rata-rata Curah Hujan Musim Hujan dan

 Musim Kemarau Tahun 2006 - 2009

Sumber : UPT Pengelolaan Sumberdaya Air Wilayah Sungai BangoGedangan Perwakilan Blitar (2009)

 

 

 

 

 

 

 

 

Pencarian

Statistik Pengunjung

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari ini65
mod_vvisit_counterKemarin87
mod_vvisit_counterMinggu ini65
mod_vvisit_counterMinggu Terakhir3980
mod_vvisit_counterBulan ini22692
mod_vvisit_counterBulan terakhir8786
mod_vvisit_counterSemua hari245004

We have: 6 guests online
IP Anda: 107.20.131.154
 , 
Hari ini: Apr 20, 2014